https://jghipm.com/index.php/jgh/issue/feed JURNAL GREEN HOUSE 2025-01-31T00:00:00+00:00 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Malang lppm@jghipm.com Open Journal Systems <header id="headerNavigationContainer" class="pkp_structure_head" role="banner"> <div class="pkp_head_wrapper"><nav class="pkp_site_nav_menu" aria-label="Site Navigation"> <div class="pkp_navigation_primary_row"> <div class="pkp_navigation_primary_wrapper"> <div class="pkp_navigation_search_wrapper"> </div> </div> </div> </nav></div> </header> <div class="pkp_structure_content has_sidebar"> <div class="pkp_structure_main" role="main"> <div class="page_index_journal"> <section class="current_issue"> <div class="obj_issue_toc"> <div class="sections"> <div class="section"> <table width="518"> <tbody> <tr> <td width="29%"> <p><strong>Journal title</strong></p> </td> <td width="69%"> <p>: <strong><em>Journal Green House</em></strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="29%"> <p><strong>Initials</strong></p> </td> <td width="69%"> <p>: JGH</p> </td> </tr> <tr> <td width="29%"> <p><strong>Frequency</strong></p> </td> <td width="69%"> <p>:<strong> 2 issues</strong> per year (January and July)</p> </td> </tr> <tr> <td width="29%"> <p><strong>Prefiks DOI</strong></p> </td> <td width="69%"> <p>: <a href="https://search.crossref.org/search/works?q=2962-438X&amp;from_ui=yes"><strong>10.63296</strong></a></p> </td> </tr> <tr> <td width="29%"> <p><strong>Online ISSN</strong></p> </td> <td width="69%"> <p>: <strong>2962-438X</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="29%"> <p><strong>Editor In Chief</strong></p> </td> <td width="69%"> <p>: <strong>Muh. Agus Ferdian</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="29%"> <p><strong>Publisher</strong></p> </td> <td width="69%"> <p>: <strong>LPPM IPM</strong></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><span style="font-family: 'Segoe UI', 'sans-serif'; font-size: 10.5pt;">Jurnal Green House (JGH) akan menerbitkan hasil penelitian atau ulasan ilmiah dengan fokus tema bidang Ilmu Pertanian dan Ilmu Kehutanan (Agribisnis, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Ilmu Lingkungan) dan lain-lain. JGH akan terbit setiap bulan Januari dan Juli.</span></p> </div> </div> </div> </section> </div> </div> </div> <p style="background: white; box-sizing: border-box; line-height: 1.785rem; margin: 1.43rem 0px; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Segoe UI','sans-serif';">JGH berperan dalam menjembatani informasi terupdate hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan praktisi dalam bidang yang disebutkan di atas. Penelitian yang diterbitkan di JGH berupa hasil penelitian terbaru dan tidak dipublikasikan di jurnal lainnya. Oleh karena itu, diperlukan standar yang disetujui oleh keseluruhan yang terlibat dalam JGH diantaranya penulis, editor, reviewer, penerbit, dan masyarakat.</span></p> <p style="background: white; box-sizing: border-box; line-height: 1.785rem; margin: 1.43rem 0px; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px;"><span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Segoe UI','sans-serif';">Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat (LPPM) Institut Pertanian Malang berperan sebagai penerbit Jurnal Green House, yang bertanggung jawab mengawal seluruh proses penerbitan, memahami etika dan tanggung jawab. selanjutnya LPPM IPM akan membantu dalam komunikasi dengan jurnal dan/atau penerbit lain, jika berguna dan diperlukan.</span></p> https://jghipm.com/index.php/jgh/article/view/46 Biodiversitas Anggrek Epifit Di Hutan Lindung Coban Talun 2025-01-20T04:18:07+00:00 Iwan Kurniawan iwanfahutanipm@gmail.com Jessica Viade Agustin jessicaviadeagustin@gmail.com <p>Anggrek termasuk dalam famili orchidaceae yang merupakan suatu keluarga tanaman bunga – bungaan yang paling besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis anggrek epifit dengan menghitung tingkat keanekaragaman jenis serta membandingkan tingkat keanekaragaman jenis anggrek epifit yang ada pada masing-masing blok pengamatan di Hutan Lindung Coban Talun. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan observasi langsung di lapangan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode plot sampling berbentuk lingkaran berdiameter 20 meter. Penempatan sampel plot pertama pada masing-masing blok ditentukan secara sengaja (purposive sampling) di habitat anggrek epifit. Dari hasil pengamatan menunjukan bahwa komposisi jenis anggrek epifit pada 3 petak, yaitu petak 40A terdapat 25 jenis (342 individu) termasuk dalam family Orchidaceae dan satu diantaranya yaitu Pholidota Sp.1 termasuk dalam family Manidae, indeks nilai penting( INP) yaitu -2.922 dengan nilai kemerataan yaitu 0,908 sehingga dapat dikategori keanekaragaman sedang, kemerataan tinggi komunitas stabil. Pada petak 42A sebanyak 24 jenis (511 individu) termasuk dalam family Orchidaceae satu di antaranya yaitu Manidae, indeks nilai penting( INP) yaitu -2,964 dengan nilai kemerataan yaitu 0,933 sehingga dapat dikategori keanekaragaman sedang, kemerataan tinggi komunitas stabil. Pada petak 43A yang ditemukan sebanyak 23 jenis (385 individu) termasuk dalam family Orchidaceae, indeks nilai penting (INP) yaitu -2,792 dengan nilai kemerataan yaitu 0,890 sehingga dapat dikategori keanekaragaman sedang, kemerataan tinggi komunitas stabil, Hal ini bisa saja diakibatkan oleh faktor lingkungan serta ketinggian tempat. Total keseluruhan jenis anggrek epifit yang dijumpai pada 3 petak yaitu 25 jenis. Pada perbadingan blok 1 dan 2, blok 1 dan 3, blok 2 dan 3 tidak ada perbedaan keanekaragaman jenis.</p> 2025-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL GREEN HOUSE https://jghipm.com/index.php/jgh/article/view/49 Pengaruh Kedalaman Air Terhadap Laju Pertumbuhan Ganggang (Myriopyllum brasiliensis cambass) Di Resort Ranu Darungan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru 2025-01-20T04:34:30+00:00 yani quarta mondiana yqmondiana@gmail.com Agustinus Hajon Koten gustikoten@gmail.com Anisa Zairina anisa.zairina85@gmail.com <p>Ganggang merupakan salah satu sumberdaya alam hayati yang bernilai ekonomis dan memiliki peranan ekologis sebagai produsen yang tinggi dalam rantai makanan karena dapat memproduksi zat-zat organik dan tempat pemijahan biota-biota laut. Selain itu ganggang dapat mencegah pergerakan subtrat, dan berfungsi sebagai penyaring air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedalaman air terhadap laju pertumbuhan ganggang ( myriopyllum brasiliensis cambass) di Resort Ranu Darungan. Penelitian dilaksanakan di Resort Ranu Darungan, Kabupaten Lumajang, provinsi jawa timur selama bulan April sampai bulan Mei. titik pengamatan dilakukan secara purposive sampling sebanyak 4 titik pengamatan,titik pengamatan tersebut di buat berdasarkan garis tengah atau diamat dari luas danau mulai dari ujung tepi utara sampai dengan tepi selatan, pada garis pengamatan tersebut di tentukan sebanyak 4 titik pengamatan,pada setiap titik pengamatan dilakukan dengan sampling dengan kedalaman 2m, 4m, 6m, dan 7m pengamatan, setiap kedalaman dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian ini menggunakan metode garis berpetak dengan menggunakan analisis regresi. Menghitung laju pertumbuhan Ganggang dengan mengukur tinggi tumbuhan, besaran pokok dan mencari rata-rata pertumbuhan.</p> 2025-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL GREEN HOUSE https://jghipm.com/index.php/jgh/article/view/48 Pemanfaatan Tanaman Kayu Apu Sebagai Fitoremediasi Pada Daerah Aliran Sungai 2025-01-20T04:30:45+00:00 Diena Widyastuti wiwidwidya648@gmail.com Yohanes Berchmans Goa junot@gmail.com Siti Farida farida.siti0705@gmail.com <p>Permasalahan daerah aliran sungai pada saat ini adalah pencemaran yang terjadi pada daerah aliran sungai, pencemaran disebabkan oleh limbah rumah tangga, limbah industri dan limbah yang lainnya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pencemaran pada DAS adalah dengan metode fitiremediasi. Fitoremediasi adalah penggunaan tanaman untuk mengekstrak, mengakumulasi dan/atau detoksifikasi polutan dan merupakan teknik baru dan kuat untuk membersihkan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kayu apu sebagai fitoremediasi dalam mengurangi pencemaran limbah domestik pada sampel air Daerah Aliran Sungai Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga menghasilkan 15 satuan percobaan. Data yang dikumpulkan meliputi, analisis fisik dan kimia sampel air Sungai Metro yang terdiri dari warna, bau, suhu; analisis, pH,COD, BOD, DO. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman kayu apu terbukti mampu menurunkan kadar pencemar yang terkandung di air sungai.</p> 2025-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL GREEN HOUSE https://jghipm.com/index.php/jgh/article/view/44 Identifikasi Potensi Pemanfaatan Jenis Tumbuhan Obat Di Kawasan RPTN Patok Picis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru 2025-01-20T04:01:38+00:00 Poegoeh Prasetyo Rahardjo poegoehpr82@gmail.com Niniek Dyah Kusumawardani niniekdyah.ipm@gmail.com Yeremias Edi Samapaty yeremiasedisamapaty@gmail.com <p>Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang memiliki manfaat dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit serta bernilai ekonomi. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terdapat wilayah yang ditanami tumbuhan obat yang beragam jenis yaitu di RPTN Patok Picis. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi jenis tumbuhan obat agar diketahui masyarakat. Tujuan penelitian untuk : (1)mengidentifikasi jenis tumbuhan obat di RPTN Patok Picis TNBTS; (2)mengetahui pemanfaatan jenis tumbuhan obat di RPTN Patok Picis TNBTS. Penelitian dilaksanakan di RPTN Patok Picis Blok Kopi Rejo, TNBTS pada bulan April sampai Mei<br />2023. Penelitian menggunakan metode survei dan metode observasi langsung. Titik pengamatan ditentukan secara purposive sampling didasarkan atas habitat hidup tumbuhan obat yang dibagi menjadi 4 blok pengamatan yang dibuat dengan ukuran 10m x10m yang mewakili keseluruhan kawasan Blok Kopi Rejo. Pada masing-masing blok pengamatan dibuat 2 petak contoh masing-masing berukuran 2mx2m, disamping itu juga dilakukan wawancara terhadap masyarakat sekitar Kawasan RPTN Patok Picis yang ditentukan secara purposive sampling sejumlah delapan orang. Jenis data dan informasi yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data jenis tumbuhan berkhasiat obat yang ada pada kawasan Blok Kopi Rejo dan objek yang diamati diprioritaskan pada jenis tumbuhan obat tingkat bawah, yang kemudian diidentifikasi dengan buku panduan tumbuhan berkhasiat obat dan wawancara dengan masyarakat sekitar kawasan. Analisis data menggunakan Shannon-Winner dan mendiskripsikan hasil wawancara responden. Hasil penelitian menunjukkan di Kawasan RPTN Patok Picis terdapat 13 jenis tumbuhan berkhasiat obat yaitu teklan, andong, lengkuas, bakung, tapak liman, serih, beluntas, keladi tikus, alang-alang, bunga matahari, ngokilo, ajeran dan wedusan dengan INP tertinggi teklan 68,40 dan indeks keanekaragaman (H’) jenis tumbuhan obat 1,69 yang tergolong sedang. Tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat sekitar kawasan ialah lengkuas, kunyit, dadap serep, sereh, dan jahe.</p> 2025-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL GREEN HOUSE https://jghipm.com/index.php/jgh/article/view/47 Keanekaragaman Jenis Capung (Ordo Odo Nata) Di Kawasan RPTN Patok Picis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru 2025-01-20T04:23:08+00:00 Sri Sulastri srisulastri1264@gmail.com Didik Suprayitno didiksuprayitno92@gmail.com Nelci Oktaviani Nubatonis nelci@gmail.com <p>Capung merupakan kelompok serangga yang sebagian besar hidupnya sebagai nimfa memiliki keterkaitan erat dengan habitat perairan. Capung mayoritas hanya dapat hidup pada habitat air yang bersih dan berkualitas baik serta bebas dari polutan. Capung pada fase dewasa tidak hanya dijumpai di habitat perairan, namun pada berbagai habitat terestrial lain berupa hutan maupun non hutan baik alami maupun buatan. Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis capung dan perbandingan keanekaragam jenis capung pada habitat hutan dan perkebunan rakyat pada kawasan RPTN Patok Picis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei-juli 2023 di kawasan rptn patok picis taman nasional bromo tengger semeru. Metode penelitian ini dilakukan secara survei dan observasi langsung di lapangan,penentuan area pengamatan dilakukan secara purposive samping dan pengambilan datanya menggunakan point count. Penelitian ini mengunakan analisis data yaitu indeks keanekaragam jenis (H’), kemerataan jenis (E), dominasi (D), dan uji huthicson. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan keanekaragaman jenis capung sebanyak 31 jenis pada kawasan rptn patok picis. Nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh pada kedua habitat tersebut yaitu 2,895 pada habitat hutan dan 2,402 pada habitat perkebunan rakyat. Nilai tersebut menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis capung termasuk kategori sedang. Sedangakan untuk nilai perbandingan keanekaragaman jenis pada dua lokasi dan hasil analisis uji hutchison diperoleh nilai t hitung lebih kecil dari t tabel, sehingga tidak terdapat perbedaan yang nyata pada taraf uji 5%.</p> 2025-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL GREEN HOUSE https://jghipm.com/index.php/jgh/article/view/45 Potensi dan Tantangan Pengembangan Sayuran Organik dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan 2025-01-20T04:12:57+00:00 Nunuk Hariyani nunukhariyani6@gmail.com Ahmad Sofwani ahmadsofwani@gmail.com <p>Sayuran organik sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Karena keunggulannya dalam nutrisi, pengurangan dampak lingkungan, dan kontribusinya terhadap ekosistem, menjadikannya pilihan utama untuk perubahan pola konsumsi masyarakat. Namun, masalah seperti biaya produksi tinggi, pendidikan petani yang kurang, dan kendala pasar menghalanginya untuk berkembang. Untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia, artikel ini membahas potensi, masalah, dan metode untuk mengembangkan sayuran organik. Seiring dengan peningkatan populasi dan kerusakan lingkungan, ketahanan pangan berkelanjutan menjadi masalah yang semakin mendesak di seluruh dunia. Dalam penelitian ini, para peneliti mempelajari kemungkinan dan kesulitan yang terkait dengan pengembangan sayuran organik sebagai solusi untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menyelidiki berbagai aspek sistem pertanian organik, termasuk produksi, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method, yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sayuran organik memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan, tetapi ini memerlukan strategi yang terintegrasi untuk mengatasi berbagai masalah yang ada. Studi ini menunjukkan cara terbaik untuk mengoptimalkan pengembangan pertanian organik di Indonesia.</p> 2025-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 JURNAL GREEN HOUSE