Pengaruh Sistem Agroforestri terhadap Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu (Lepidoptera) di Kawasan Wana Wisata Bedengan, Malang

Authors

  • Agatha Herkulana Seran Institut Pertanian Malang Indonesia
  • Yani Quarta Mondiana Institut Pertanian Malang Indonesia
  • Anisa Zairina Institut Pertanian Malang Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63296/jgh.v5i1.79

Abstract

Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang memadukan tanaman kehutanan, pertanian, dan/atau peternakan dalam satu unit lahan, yang diharapkan mampu mendukung konservasi keanekaragaman hayati, termasuk kupu-kupu (Lepidoptera) yang berperan sebagai penyerbuk dan bioindikator kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis kupu-kupu pada habitat agroforestri dan non-agroforestri di Kawasan Wana Wisata Bedengan, Malang, serta menganalisis pengaruh sistem agroforestri terhadap keanekaragaman tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan observasi langsung menggunakan metode transek garis sepanjang 150 m pada dua tipe habitat, yang diulang sebanyak empat kali selama satu bulan. Keanekaragaman jenis dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, sedangkan perbedaan antarhabitat diuji dengan uji t Hutchinson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 30 spesies kupu-kupu pada habitat agroforestri dan 16 spesies pada habitat non-agroforestri dari empat famili yang didominasi oleh Nymphalidae. Nilai indeks Shannon-Wiener sebesar 3,313 (kategori tinggi) pada habitat agroforestri dan 2,707 (kategori sedang) pada habitat non-agroforestri. Uji Hutchinson menghasilkan nilai t-hitung 3,497 yang lebih besar dari t-tabel 2,09302 (df = 19, α = 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua habitat. Sistem agroforestri, melalui struktur vegetasi berlapis, ketersediaan pakan yang lebih beragam, dan mikroklimat yang lebih stabil, mendukung keanekaragaman kupu-kupu yang lebih tinggi dibandingkan area non-agroforestri sehingga layak direkomendasikan sebagai strategi tata guna lahan untuk konservasi serangga penyerbuk di kawasan ekowisata.

Keywords:

agroforestri, bedengan, indeks Shannon-Wiener, keanekaragaman, kupu-kupu

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amir, M. W., Noerdjito, S., & Kahono, S. (2008). Serangga Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Bagian Barat: Kupu (Lepidoptera). BCP-JICA.

Apriyanto, D., Wahyudi, A., & Yanuwiadi, B. (2021). Keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di kawasan wisata Coban Talun, Batu. Jurnal Biotropika, 9(2), 88–96.

Bait, Y., Sayuthi, A., & Pramayudi, M. (2022). Keanekaragaman kupu-kupu di Kawasan Bedengan Malang pada ekosistem agroforestri dan monokultur. Jurnal Biologi Tropis, 19(2), 197–204. https://doi.org/10.29303/jbt.v19i2.1309

Fitrallisan, F., Soleha, R. S., Yanti, R. R., Afrilianti, C., Fitriana, E., Elijonnahdi, E., Qodri, A., & Fahri, F. (2024). Pilihan habitat kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di sepanjang sistem agroforestri Taman Nasional Lore Lindu dan kawasan enklave, Sulawesi, Indonesia. Jurnal Biotek, 12(2), 216–237. https://doi.org/10.24252/jb.v12i2.52329

Hariyadi, B., Wardah, & Ihsan, M. (2014). Diversity of butterflies in agroforestry systems of Sulawesi. Biodiversitas, 21(1), 117–123. https://doi.org/10.13057/biodiv/d211117

Hill, J. K., Hamer, K. C., Tangah, J., & Dawood, M. (2001). Ecological impacts of selective logging on tropical forest butterflies. Conservation Biology, 15(6), 1730–1739.

Kremen, C., & Miles, A. (2012). Ecosystem services in biologically diversified agricultural systems: The role of agroforestry in enhancing biodiversity and ecosystem services. Agroforestry Systems, 85(1), 1–12.

Kurniawan, A., & Supriyadi, S. (2020). Pengaruh sistem agroforestri terhadap keanekaragaman kupu-kupu di kawasan hutan. Jurnal Ilmu Pertanian, 8(2), 123–130.

Magurran, A. E. (2004). Measuring biological diversity. Wiley-Blackwell.

Mogea, R. D., & Suryadiputra, D. (2023). Agroforestry orchards support greater butterfly diversity than monoculture plantations in the tropics. Agroforestry Systems. https://doi.org/10.1007/s00442-023-05348-3

Nair, P. K. R. (2012). The role of agroforestry in sustainable development. Agroforestry Systems, 85(1), 1–12.

Pollard, E. & Yates, T.J. (1993). Monitoring Butterflies for Ecology and Conservation. Chapman & Hall

Priyono, Trisnowati, A., & Wibowo, C. (2013). Keanekaragaman kupu-kupu dan faktor lingkungan yang memengaruhinya. Jurnal Biologi Tropis, 10(2), 45–52.

Ramadhani, R., & Sugihartono, T. (2021). Potensi Wana Wisata Bedengan sebagai ekowisata berbasis konservasi di Kabupaten Malang. Jurnal Pariwisata Universitas Negeri Malang, 9(2), 45–53.

Roslinda, E., Pratama, A. A., Buchori, D., & Tscharntke, T. (2017). Keanekaragaman kupu-kupu pada sistem penggunaan lahan yang berbeda di Jambi, Sumatera. Biosaintifika, 9(2). https://doi.org/10.20884/1.bioe.2020.2.1.1911

Sonia, S., Jamilah, Y. M., Azzahra, A. N. A., Anissa, R. K., & Rahayu, D. A. (2021). Keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu (Lepidoptera) di Lapangan Watu Gajah Tuban. Jurnal Biologi Udayana, 26(2), 224–237.

Udawatta, R. P., Rankoth, L. M., & Jose, S. (2019). Agroforestry and biodiversity. Sustainability, 11(10), 2879. https://doi.org/10.3390/su11102879

Wijaya, I. K., Muchsin, S., & Abidin, A. Z. (2022). Strategi pengelolaan wisata Buper Bedengan dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh Perum Perhutani KPH Malang dan pengelola wisata. Jurnal Respon Publik, 16(7), 34–41.

Published

2026-07-30

Issue

Section

Table of Content