Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Green House
Table of Content
-
Pengaruh Faktor Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni
yani quarta mondiana Institut Pertanian Malang Indonesia , diena widyastuti Insitut Pertanian Malang IndonesiaMahoni (Sweitenia mahagoni) merupakan salah satu tanaman yang ditanam sebagai tanaman pelindung dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Mahoni memiliki sifat yang tahan panas dan memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi tanah. Teknik budidaya Mahoni yang paling banyak dikembangkan adalah dengan media tanam. Pertumbuhan bibit mahoni akan baik dan subur jika media tanam yang digunakan juga mendukung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor media tanam terhadap pertumbuhan bibit mahoni. Penelitian ini dilakukan di green house Institut Pertanian Malang pada bulan Juni 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan faktor media tanah. faktor media tanah (M) yang terdiri atas 4 taraf yakni M0 = tanah (kontrol), M1= tanah:kompos (1:1), M2 = tanah: kompos (1:2), M3 = tanah:kompos (1:3). Dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan pengaruh faktor media tanam terhadap pertumbuhan bibit mahoni (F=4,48,P<0,05). Media yang paling baik untuk pertumbuhan bibit mahoni terdapat pada komposisi campuran antara kompos dan tanah (1:1).
Pages: 01-06Views: 238 Downloads: 415Karakteristik Kimia dan Aktifitas Antioksidan Tepung Ubi Jalar Ungu Varietas Antin 2 dan Varietas Antin 3
Siti Farida Institut Pertanian Malang Indonesia , Niniek Dyah Kusumawardani Institut Pertanian Malang Indonesia , Nunuk Hariyani Indonesia , Gettik Andri Purwanti IndonesiaPemanfaatan ubi jalar ungu segar sebagai pangan fungsional sangat terbatas karena kurang praktis, tidak tahan lama dan membutuhkan ruang simpan yang baik. Pengolahan umbi-umbian menjadi tepung memiliki kelebihan dibandingkan bentuk segar karena dapat disimpan lebih lama, efisien, lebih praktis, dapat meningkatkan nilai ekonomisnya serta mampu menyediakan bahan baku untuk industri sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor tepung terigu. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan, komposisi kimia tepung ubi jalar dengan varietas Antin 2 dan Antin 3, menggunakan pengering cabinet dryer selama 2x24 jam dengan suhu perlakuan masing masing adalah 40ºC, 50ºC, 60 ºC. Penelitian dirancang menggunakan RAL Faktorial dengan perlakuan varietas jenis ubi jalar Antin 2 dan Antin 3, dan perlakuan suhu pengeringan (40°C, 50°C, 60°C). Parameter yang diuji yaitu , kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, aktivitas antioksidan pada tepung ubi jalar varietas Antin 2 dan varietas Antin 3. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Annova pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tepung ubi jalar ungu varietas Antin 3 perlakuan terbaik pada proses pengeringan suhu 50oC (A3T2) yang menghasilkan tepung dengan kadar air 8,71% , kadar abu 0,97%, kadar protein 2,32%, kadar lemak 2,24%, kadar karbohidrat 85,21%, dan aktifivitas antioksidan 73,28%. Sedangkan untuk varietas Antin 2 perlakuan terbaik adalah penggunaan suhu pengering 50oC (A2T2) menghasilkan tepung ubi jalar ungu dengan, kadar air 9,53% , kadar abu 0,97, kadar protein 5,50%, kadar lemak 1,13%, kadar karbohidrat 81,66%, aktifivitas antioksidan 73,26%.
Pages: 07-18Views: 2,811 Downloads: 2,161Analisis Pengendalian Mutu Pada Proses Produksi Keripik Pisang Batu UMKM XYZ di Kabupaten Malang
Muh Agus Ferdian Institut Pertanian Malang Indonesia , Gettik Andri Purwanti Institut Pertanian Malang Indonesia , Nunuk Hariyani Institut Pertanian Malang IndonesiaPisang batu termasuk pisang kelas rendah yang tidak dapat langsung dimakan dalam bentuk segar tetapi ketika buahnya masak mempunyai rasa yang manis dan bau yang harum. Pengolahan pasca panen komoditi pisang batu menjadi keripik pisang batu sering sekali mengalami kerusakan, baik pada saat proses produksi, pengemasan maupun saat penyimpanan sebelum didistribusikan. Pengendalian mutu merupakan pengukuran kinerja produk, membandingkan dengan standar dan spesifikasi produk, serta melakukan tindakan koreksi apabila terdapat penyimpangan. Metode penelitian yang dilakukan melalui penggunaan alat analisis pengendalian mutu berupa diagram Sebab-akibat atau Fishbone Analysis, diagram Pareto dan grafik Kendali yang didukung dengan metode AHP. Lokasi penelitian dilaksanakan di UMKM XYZ yang memproduksi keripik pisang batu di Desa Bangelan Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Keripik pisang batu dengan jenis kerusakan patah (45.07) merupakan persentase kerusakan produk tertinggi dari keseluruhan kerusakan produk keripik pisang batu, kemudian gosong (42.99) dan kecil (11.93). Prioritas utama strategi peningkatan mutu menggunakan metode AHP pada proses produksi keripik pisang batu adalah Pendampingan pengendalian mutu oleh Tenaga Ahli.
Pages: 19-31Views: 601 Downloads: 722Pelarutan Batugamping Melalui Konsentrasi CaCo3 Pada Mataair Sendang Biru Dan Beji Di Kawasan Karst Malang Selatan
Randhiki Gusti Perdana Institut Pertanian Malang Indonesia , Poegoeh Prasetyo Rahardjo IndonesiaPenelitian ini berfokus pada pelarutan batugamping yang terdapat pada mataair Sendang Biru dan Beji yang berada di kawasan Karst Malang Selatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) menganalisis pelarutan batu gamping pada mataair Sendang Biru, (2) menganalisis pelarutan batu gamping pada mataair Beji. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang yang dimana kedua kecamatan tersebut berada di kawasan Karst Malang Selatan. Pengambilan data menggunakan pH meter untuk mengukur keasaaman air dan alkalinity test kit untuk mengukur CaCO3 terlarut pada mataair. Data hasil pengukuran diolah dan dilakukan analisis variabilitas CaCO3 untuk dapat mengetahui besaran laju pelarutan batu gamping yang terjadi. Pengolahan data dilakukan di dalam laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan (1) konsentrasi CaCO3 mataair Sendang Biru sebesar 422,17 mg/l, (2) sedangkan konsentrasi CaCO3 mataair Beji sebesar 416,97 mg/l.
Pages: 32-36Views: 427 Downloads: 525PENGARUH PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN WISATA AGRO PETIK JERUK MALANG
Feliks Aran Indonesia , Gettik Purwanti IPM Indonesia , Risca Sari Indonesia , Sulton Sholehuddin IndonesiaCompetition in the business world becomes Agro Tourism in the city of Malang to be able to read opportunities and be able to learn the character of consumers so that Agro Petik Jeruk Tourism can still exist. The purpose of this study was to find out how the service affects the level of consumer satisfaction in Citrus Dau Agro Tourism. This research was carried out in Selorejo Village, Dau District, Malang Regency. The data collected are primary and secondary data. Data analysis used quantitative analysis. Sampling was carried out using the Accidental Sampling method (by chance), as many as 78 Malang Agro Petik Jeruk Tourists. This research uses simple linear regression analysis with SPSS program. The results of this study show that from all variables it is known that the responsiveness and empathy variables have a significant effect on consumer satisfaction. While the variables of Direct Evidence, Reliability and Assurance have no significant effect on consumer satisfaction
Pages: 37-45Views: 370 Downloads: 202Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Nugget Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dengan Variasi Penambahan Sayuran Brokoli Hijau (Brassica oleracea)
Siti Farida Institut Pertanian Malang Indonesia , Randhiki Gusti Perdana IndonesiaNugget ialah salah satu jenis makanan cepat saji yang saat ini dikenal baik olek oleh masyarakat. Produk nugget biasanya terbuat dari daging sapi dan ayam yang dimana harganya tergolong cukup mahal dan kurang menyehatkan, sehingga perlu di cari alternatif bahan baku nabati sebagai pengganti daginng ayam dan sapi yang memiliki kandunngan dan protein tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nugget. Salah satu bahan nabati yang bisa digunakan dalam pembuatan nugget yaitu jamur tiram. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) tidak hanya dikenal sebagai bahan pangan yang lezat dan bergizi tinggi tetapi juga berfungsi sebagai bahan nuttraceutical karena bersifat antimikroba dan antioksidan. Kemampuan antioksidan jamur tiram putih menunjukkan hal yang positif yaitu presentase sisa pemucat warna menggunakan pemucatan senyawa polisakarida yaitu 96.43%. Brokoli hijau (Brassica oleracea) merupakan salah satu tanaman sayur dari suku kubis-kubisan. Sayuran ini kini cukup populer sebagai bahan pangan yang mengandung bermacam-macam zat gizi seperti karbohidrat, protein dan mineral serta berbagai vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Berdasarkan hasil analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% dan uji BNT 5%, pada uji organoleptic nugget jamur tiram dengan penambahan brokoli hijau yang memiliki tingkat penerimaan tertinggi terdapat pada nugget jamur tiram perlakuan F5 (70% jamur tiram-30% brokoli hijau). Formulasi nugget jamur tiram dengan penambahan brokoli hijau (F5) memiliki nilai kadar karbohidrat 45,76%, kadar protein 7,71%, kadar lemak 8,17%, kadar air 35,27%, kadar abu 3,09%, kadar serat 5,65%.
Pages: 46-59Views: 923 Downloads: 841Additional Menu
Journal Template
Visitors
About the Journal
Jurnal Green House (JGH) akan menerbitkan hasil penelitian atau ulasan ilmiah dengan fokus tema bidang Ilmu Pertanian dan Ilmu Kehutanan (Agribisnis, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Ilmu Lingkungan) dan lain-lain. JGH akan terbit setiap bulan Januari dan Juli.
e-ISSN: 2962-438X
p-ISSN: 2963-1858Quick links
EXTERNAL LINK
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Malang
Jl. Soekarno-Hatta Malang, Jawa Timur IndonesiaEmail: lppm@jghipm.com
WA/Telp: 0341-495541
Sanguline Theme by Sangu Ilmu









