Vol. 2 No. 1 (2023)
Table of Content
-
Respon Anatomis Jaringan Xylem dan Floem Akar Bibit Kelapa Sawit Tercekam Kekeringan terhadap Pemupukan Kalsium
Novi Yulanda Sari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Indonesia , Eka Tarwaca Susila Putra Universitas Gadjah Mada IndonesiaCekaman kekeringan akibat perubahan iklim global mengakibatkan kerusakan fisiologis pada kelapa sawit berupa patah pelepah. Tingkat cekaman kekeringan yang parah juga berdampak pada penurunan produktifitas kelapa sawit. Untuk meningkatkan ketahanan kelapa sawit terhadap cekaman kekeringan, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui pemberian kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis Ca terhadap modifikasi anatomi jaringan pembuluh xylem dan floem akar bibit kelapa sawit sebagai mekanisme adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan untuk mengurangi resiko patah pelepah. Penelitian didesain menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor perlakuan. Faktor perlakuan pertama yaitu dosis kalsium: 0, 50, 100 dan 150%. Faktor perlakuan kedua yaitu tingkat cekaman kekeringan: kapasitas lapang, moderat dan cekaman berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan berat menurunkan ketebalan diameter floem akar bibit kelapa sawit. Kalsium dapat meningkatkan kekuatan struktural jaringan pembuluh akar bibit kelapa sawit melalui peningkatan diameter floem akar pada dosis Ca 100% dan peningkatan ketebalan diameter xylem pada bibit yang terekspos cekaman berat pada dosis Ca 50%.
Pages: 14-21Views: 1,914 Downloads: 4,696Analisis Kruskal Wallis Pada Perkecambahan Pueraria Javanica pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lahan
Yani mondiana institut pertanian malang Indonesia , Anisa Zairina Indonesia , Nunuk Hariyani IndonesiaCover crop merupakan tanaman yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah dengan tujuan utama menjaga tanah dari erosi dan mencegah hilangnya unsur hara dalam tanah akibat terjadinya peluruhan tanah karena erosi . Tanaman yang dapat digunakan untuk cover crop adalah golongan legum. Salah satunya menggunakan tanaman kacangan. Penelitian ini menggunakan tanaman kacangan pueraria javanica yang akan diaplikasikan pada tanah bekas longsor dengan tingkat kemiringan 300, 500 dan 700 menggunakan teknik hydroseeding. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kemiringan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap daya perkecambahan dan penambahan jumlah daun bibit pueraria javanica.
Pages: 01-05Views: 533 Downloads: 551Potensi Bambu Air Sebagai Tanaman Hiperakumulator Logam Berat Zn Pada Leachate Menggunakan Metode Fitoremediasi
Diena Widyastuti Institut Pertanian Malang Indonesia , Didik Suprayitno Institut Pertanian Malang Indonesia , Poegoeh Prasetyo Rahardjo Institut Pertanian Malang IndonesiaSampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang cukup banyak mendapatkan perhatian. Salah satu permasalahan yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah yaitu adanya leachate. Leachate dihasilkan dari proses dekomposisi tumpukan sampah. Leachate mengandung banyak sekali logam berat diantaranya Seng (Zn). Jika tidak dilakukan pengolahan terhadap leachate, akan menimbulkan banyak dampak negatif terhadap lingkungan disekitarnya, terutama dampak yang diakibatkan oleh adanya akumulasi logam berat. Salah satu cara untuk mengurangi kandungan logam berat Zn pada leachate adalah dengan proses fitoremediasi. Fitoremediasi adalah salah satu alternatif pengolahan limbah dengan menggunakan tanaman. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi adalah tanaman bambu air. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman bambu air berpotensi untuk menurunkan kandungan logam Zn pada leachate. Tanaman bambu air secara efisien mampu menurunkan kandungan logam Zn pada leachate sebesar 89.7%
Pages: 32-37Views: 761 Downloads: 1,596Studi Pengembangan Wana Wisata Bedengan Di RPH Selorejo KPH Malang
Sri Sulastri Institut Pertanian Malang Indonesia , Diena Widyastuti Institut Pertanian Malang Indonesia , Efrem Marsutoyo Mujur IndonesiaWana Wisata Bedengan merupakan salah satu wisata alam di Kabupaten Malang Jawa Timur yang memiliki keindahan dan daya tarik yang tidak kalah menarik dari obyek wisata yang lainnya. Keindahan alam berupa sumber mata air yang jernih serta keindahan alam yang masih alami. Pengembangan Wana Wisata Bedengan Di RPH Selorejo KPH Malang Jawa Timur belum dilakukan secara optimal, baik secara ekologi, budaya, ekonomi dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penilaian potensi yang dapat dikembangakan di kawasan Wana Wisata Bedengan dan Konsep pengembangan obyek Wana Wisata Bedengan Di RPH Selorejo KPH Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai dan observasi. Penentuan sampel dilakukan secara accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian, penlilain kelayakan potensi pada setiap kriteria sebanyak 13 penilian kriteria dan hasilnya adalah semua penlilian layak untuk dikembangkan. kriteria yang layak adalah Kondisi sekitar kawasan, daya tarik wisata, ketersediaan air bersih, Kadar hubungan/aksesibilitas, keamanan, pengelolaan dan pelayanan, daya dukung kawasan, potensi pasar, pangsa pasar, iklim, sarana dan prasarana, pemasaran, pengaturan pengujung. Konsep Pengembangan Wana Wisata Bedengan terdapat fasilitas pengujung, pengelola dan masyarakat antara lain : Gapura, loket/karcis, tempet kemping, bedengan, wc/toilet, kios, aula, tempet parkir, pos keamanan, masjid dan papan informasi. Konsep Pengembangan Wana Wisata Bedengan adalah Ruang publik, meliputi kios cendra mata atau rumah/warung makan dengan tujuan tidak merusak kondisi alam dan tetap menjaga kealamiannya.
Pages: 22-28Views: 458 Downloads: 756Struktur Biaya dan Pendapatan Usahatani Brokoli
Niniek Kusumawardani Institut Pertanian Malang Indonesia , Dionisius Tarore Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian - Institut Pertanian Malang Indonesia , Ahmad Sofwani Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian - Institut Pertanian Malang IndonesiaSalah satu komoditi yang banyak dibudidayakan petani Di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu - Kota ialah brokoli. Pengelolaan usahatani brokoli banyak menggunakan tenaga kerja dalam keluarga yang biasanya tidak diberi balas jasa dalam bentuk upah. Hal ini menyebabkan rendahnya biaya usahatani. Penelitian bertujuan untuk mengetahui:(1) Struktur biaya usahatani brokoli;(2) Pendapatan usahatani brokoli di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2021 di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu - Kota Batu. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Instrumen dalam pengumpulan data primer ialah kamera, buku, dan kuesioner. Sampel petani brokoli sebanyak 13 orang ditentukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis usahatani berdasar analisis finansial dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Struktur biaya usahatani brokoli berdasar analisis finansial untuk lahan 0,30 ha terdiri dari pajak lahan 2,90 %, biaya benih 30,02 %, biaya pupuk 58,94 % dan biaya pestisida 8,14 %, rata-rata biaya total usahatani Rp 595.740/MT. Struktur biaya usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi untuk luas lahan 0,30 ha terdiri dari pajak lahan 0,20 %, biaya penyusutan peralatan 0,32 %, biaya benih 2,09 %, biaya pupuk 4,10%, biaya pestisida 0,57% dan biaya tenaga kerja dalam keluarga 92,72%. Rata-rata biaya total usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi Rp 8.566.424/MT. Adapun rata-rata pendapatan usahatani brokoli berdasar analisis finansial untuk luas lahan 0,30 ha Rp 11.253.964, dan rata-rata pendapatan usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi Rp 3.283.280.
Pages: 06-13Views: 785 Downloads: 1,121Distribusi Dan Pemanfaatan Tanaman Kemukus(Piper Cubeba) Di Hutan Lindung RPH Sumbermanjing Kulon
Poegoeh Prasetyo Rahardjo Institut Pertanian Malang Indonesia , Gettik Andri Purwanti Institut Pertanian Malang Indonesia , Stephanus Meo Soa IndonesiaThis cubeb research aims to determine the distribution and utilization of the cubeb plant in Sumbermanjing Kulon RPH. Observations of cubebs were carried out along plot 101 at Sumbermanjing Kulon RPH. This study used survey methods and direct observation in the field. This data collection technique used interpretation transects and 10 x 10 m plots. Construction of a 1000 m long observation transect line of cubeb (piper cubeba), then to determine the point of spread of cubeb (piper cubeba) using qualitative descriptive analysis. The data analysis technique used in this study is the Morisita index method. The Morisita Index (Id) is most often used to measure the distribution pattern of a species or population because the calculation results are not affected by differences in the mean value and the size of the sampling unit. The results showed that the distribution between cubebs was fairly even, although at some points the distribution of cubeb was not found, this was due to human or animal intervention which resulted in each span of distance.
Pages: 27-31Views: 678 Downloads: 2,990Additional Menu
Journal Template
Visitors
About the Journal
Jurnal Green House (JGH) akan menerbitkan hasil penelitian atau ulasan ilmiah dengan fokus tema bidang Ilmu Pertanian dan Ilmu Kehutanan (Agribisnis, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Ilmu Lingkungan) dan lain-lain. JGH akan terbit setiap bulan Januari dan Juli.
e-ISSN: 2962-438X
p-ISSN: 2963-1858Quick links
EXTERNAL LINK
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Malang
Jl. Soekarno-Hatta Malang, Jawa Timur IndonesiaEmail: lppm@jghipm.com
WA/Telp: 0341-495541
Sanguline Theme by Sangu Ilmu









